FOKUS PADA PROSESNYA, BUKAN HASILNYA

Sebelum menulis artikel ini, saya bertemu seorang kawan di jalan. Ia merupakan klien saya dan sedang dalam proses berhenti dari kecanduan pornografi. Kami berbincang-bincang sebentar:
  • Kawan: Saya kambuh lagi nih
  • Saya: Sudah berapa lama dari pertama kali kambuh ?
  • Kawan: Sekitar dua bulan.
  • Saya: Dua bulan itu luar biasa.
  • Kawan: Tapi rasa penyesalannya kuat banget
  • Saya: Iya, memang seperti itu. Hanya saja, setelah berhasil bertahan selama 2 bulan, kemudian kambuh, lalu terbawa godaan setan dan merasa lelah, akhirnya membombardir diri sendiri.



Banyak orang merasa gagal ketika sudah berhasil melewati waktu yang lumayan lama, tapi tiba-tiba kembali kambuh. Sehingga, banyak dari mereka malah merasa lelah dan kembali ke kebiasaan lamanya.
Ketika kamu sudah merasakan perbaikan diri setelah sekian lama berhenti dari onani dan pornografi, kemudian kamu kambuh, itu bukan berarti kamu memulainya dari awal lagi.
Menurut pengalaman saya, ketika seseorang sudah mulai merasakan perbaikan diri, meningkatnya rasa PD, kembali bisa bernyanyi dan berpikir jernih, kemudian kembali kambuh, kemampuan tersebut tetap masih dimiliki. Ia tidak mengulangi dari awal lagi.
Asalkan, jangan ketika kambuh kemudian merasa putus asa dan  kembali larus dalam pornografi dan onani. Ini yang membuat efek negatif kembali muncul.

So, buat kamu yang sudah berhasil puasa syahwat dengan waktu yang makin lama, congrate ya.. tetap semangat. Yang mau gabung di group BBM untuk saling menyemangati, silahkan add pin saya di halaman muka blog ini. like juga fanspage nya ya.. :D
So, buat