APAKAH PERNIKAHAN BISA MENYEMBUHKAN KECANDUAN INTERNET PORNOGRAFI ?

www.ProgramSKIP.com

Klient: Assalamualaikum ustadz, sudah lama saya kecanduan PMO. Nah, tahun ini saya berencana menikah agar kecanduan saya terobati. Apakah menikah bisa mengobati kecanduan PMO?

Ustadz: Bismillahirrahmanirrahim. Pertanyaan yang menarik, Setiap orang punya pengalaman berbeda-beda memang. Selama pengalaman saya menangani kecanduan internet pornografi, ada beberapa kasus menarik tentang orang yang kecanduan porn, kemudian ia menikah.


Kisah pertama, sebut saja namanya Ishaq (nama samaran). Ia kecanduan internet pornografi sejak SMA. Kemudian, kebiasaannya berlanjut ketika kuliah hingga lulus. Pada usia 25 tahun, ia dijodohkan oleh orang tuanya dengan seorang wanita.

Selang beberapa bulan, mereka menikah. Dalam perjalanan pernikahannya, kami tidak melihat kekurangan. Istrinya pun terlihat biasa-biasa saja. Tapi, berita perceraian tersebar setelah dua tahun mereka menikah. Sang istri datang kepada kami dan menceritakan prihal perceraiaanya.

Sang istri mengeluhkan, jika di ranjang, suaminya selalu ingin ia menjadi seperti artis porno yang ditontonnya. Sekali dua kali tidak apa-apa. Tapi jika terus menerus, ia kualahan untuk mengabulkannya. Suaminya pun menjadi lebih kasar dan mudah emosian jika fantasi tersebut tidak dikabulkan.

Tapi itu bukan yang terparah. Yang paling parah adalah ketika si suami tidak mampu menahan klimaks. Alias menderita ejakulasi dini. Selama dua tahun pernikahan, sang istri ternyata masih virgin. Ini kisah nyata. Bayangkan betapa menderitanya seorang istri ketika suaminya separah itu.

Kisah kedua, datang dari luar pulau. Klient kami ini bernama Irwan (nama samaran). Kecanduan internet pornografi sejak tiga tahun terakhir sejak ia datang pada kami. Tidak separah Ishaq memang. Tapi kebiasaannya ia lakukan sembunyi-sembunyi dari istrinya. Ketika kami tanya, apa yang mendorongnya melakukan hal tersebut ?

Ia menjawab, saya tidak bermasalah dengan istri saya. Kami sering bercinta. Semua yang berhubungan dengan ranjang, baik-baik saja. Hanya saja, saya ingin sesuatu yang lebih. Ada kalanya, melakukan dengan istri itu menjemukan.

kadang ia bad mood, kadang istri saya malah marah karena satu dua hal yang tidak disengaja. Dengan berfantasi seperti ini, saya merasa lebih bebas melakukan apapun. Karena yang ada hanya saya dan fantasi saya sendiri.

Kisah ketiga, dengan klient kami bernama Imron (nama samaran). Ia dengan istrinya berhasil melewati masa-masa sulit. Istrinya tau bahwa dirinya kecanduan internet porn. Imron ini unik. Ia jujur apa adanya terhadap istrinya soal kecanduan internet pornnya tersebut.

Sang istri pun tidak lekas naik pitam. Ia membantu suaminya mencarikan solusi. Mereka berkonsultasi ke banyak orang, termasuk kami. Dua tahun berselang, perubahan yang dialami Imron luar biasa dahsyat. Ia kembali poduktif, kebiasaan –kebiasaan buruknya berubah menjadi lebih positif. Dorongan PMO yang ia sering rasakan, kini sudah bisa ia abaikan.

Dari kasus-kasus di atas, saya menyimpulkan, menikah bukanlah obat dari kecanduan internet pornografi. Semua tergantung pada diri anda sendiri. Memang, menikah adalah penunjang kesembuhan terbesar. Karena anda bisa memiliki partner di dunia nyata yang sah secara hukum dan agama. Itu dengan syarat, anda memang bertekad untuk sembuh dan mengambil langkah-langkah konkret selain hanya pernikahan. Contoh, berkonsultasi ke pakar yang tepat dan mengatasi masalah bersama.

Tapi, pernikahan bisa jadi bencana jika sejak awal memang anda tidak ingin sembuh. Sex dalam pernikahan cenderung monoton jika dibanding porn. Karena, itulah sebenarnya real sex.  Pasangan tidak bisa berganti-ganti. Mungkin pasangan anda tidak seatraktif yang anda saksikan di internet. Anda harus berhadapan dengan mood, sesekali kecewa, sesekali marah dan lain-lain. Tapi sekali lagi, itulah real sex.

Sedangkan porn, semua terserah anda. Dengan sekali klik, anda bisa berganti pasangan. Anda tidak akan kehabisan mood selama anda di depan komputer. Parahnya, jika anda masih menikmati porn dalam pernikahan anda. Istri anda yang akan terkena imbasnya. Mulai dari kekecewaan, rasa rendah diri, tidak bisa terpuaskan, bahkan bisa ikut menjadi pecandu porn. Naudzubillah.


Jadi, jika anda berniat untuk menikah, pastikan bahwa anda juga ingin sembuh dari kecanduan internet pornografi.