DI BALIK KECANDUAN INTERNET PORN

Klien: gimana caranya ya, ngatasin kecanduan onani? Belakangan ini pikiran saya selalu ngeres kalau lihat perempuan dan ujung-ujungnya pasti onani. Padahal perempuan itu makai pakaian yang sopan.

Coach: apakah ketika melakukan onanni, anda hanya fokus pada sensasinya saja atau didahului dengan melihat materi-materi porn? 
Klien: bukan bokep dulu lah pak. Mana ada onani yang Cuma ngerasain sensasi. Apa enaknya?

Coach: hmm, berapa kali kamu buka bokep dalam seminggu? Medianya apa?
Klien: banyak. Mungkin tiap malam atau ketika tidak ada orang di rumah pak. Saya buka dari smartphone saya.


Coach: saya khawatir, anda bukan kecanduan onani. Tapi kecanduan internet pornografi. Onani itu hanya efek akhir. Klimaks dari hasrat pornografi yang makin membesar.

Klien: memangnya, seperti apa kecanduan porngorafi itu, coach?
Coach: untuk mengetahui kecanduan porn,  kita harus paham dulu tentang kerja pikiran. Begini...

OTAK, REWARD CIRCUIT DAN HORMON KEBAHAGIAAN

Otak merupakan organ yang unik. Begitu elastis dan bisa berubah kinerjanya. Untuk mengerti tentang kecanduan, terutama kecanduan internet pornografi, kita harus mengerti dulu tentang apa yang terjadi sesungguhnya ketika otak menerima rangsangan.

sirkuit penghargaan (reward circuit)
Sistem limbik, adalah sebuah bagian dalam otak yang mengatur kebahagiaan dan kesedihan atas tindakan yang anda lakukan. Scientist menyebutnya, reward circuit. Ketika anda lapar, misalkan. Kemudian anda makan makanan yang begitu lezat, lalu anda merasa bahagia. Nah, reward circuit memunculkan sensasi puas, sebagai hadiah atas tindakan anda yang telah memenuhi kebutuhan tubuh.

Reward circuit mempengaruhi banyak hal dalam diri anda termasuk di dalamnya:
Mood
Emosi
Gairah
Hasrat dan keinginan
Cinta dan hubungan lawan jenis
Serta kecanduan, apapun jenisnya

Kerusakan pada reward circuit juga menjadi sumber terbesar penyakit-penyakit mental seperti:
Schizophrenia
Depresi
Bipolar disorder
Adiksi
Dan lain sebagainya

Tuhan menciptakan reward ciruit agar manusia bisa bertahan hidup. Semua kegiatan seperti seks, makan, tidur, menjalin hubungan, mengambil resiko dan mendapatkan sesuatu yang baru, melibatkan reward ciruit. Reward circuti juga yang membuatmu mengambil sebuah keputusan, baik itu “ya”, “tidak” ataupun mungkin.

Cara kerja otak : menginginkan kebahagiaan dan menghindari kesengsaraan

DOPAMINE
Dopamin adalah zat yang menstimulasi reward circuit. Anggap saja, reward circuit seperti mobil, dan dopamin adalah gas nya. Dopamin memberikan motivasi bagi seseorang untuk mencari makan ketika ia apar, mencari pasangan untuk melanjutkan keturunan, bekerja untuk mencari penghasilan. Dengan kata lain, dopamin memberi dorongan seseorang untuk hidup.

Bagaimana jika dopamin distop arusnya? Penelitian pada seekor tikus yang diblok dopaminnya menyatakan, tikus tersebut kehilangan semangat bahkan walau hanya untuk makan ketika lapar. Jika makanannya dekat, maka akan ia makan. Tapi jika makananya jauh, ia malas untuk berjalan untuk meraih makanan tersebut. Ia akan tetap di tempat sampai mati kelaparan.

Ketika anda lapar dan melihat hidangan enak, dopamin memberikan sensasi “ingin menyantap” hidangan tersebut. Dopamin lah yang membuat anda mau bergerak dan mendapatkan hidangan tersebut. 

Atau Ketika anda berhasrat untuk melakukan hubungan seks, dopamine mengiming-imingi otak anda untuk berfantasi, mendekati pasangan dan kemudian berhubungan seks. 

Memang, dalam hubungan seks, bukan hanya hormon dopamin yang mengambil peranan. tapi dalam bahasan ini, penulis menitik beratkan pada dopamin karena hormon inilah yang nantinya mengakibatkan kecanduan jika terlalu banyak membanjiri otak.

anggapan bahwa dopamin adalah hormon yang memberikan kepuasan dan rasa tenang adalah hoax. Sebenarnya, dopamin adalah craving hormone. Hormon yang memberikan rasa ingin mendapatkan sesuatu dan rasa tagih. 

Dopamine juga terpicu ketika seseorang mendapatkan sesuatu yang baru (novelty). Baik itu rumah baru, makanan baru, membeli mobil baru dan lain sebagainya. Ini merupakan akar masalah kecanduan internet pornografi. Akan dijelaskan lebih lanjut.

SAMBUNGAN SYARAF
Satu lagi yang unik dari otak. Ketika anda mempelajari sesuatu baik itu sengaja ataupun tidak, syaraf membangun jaringan dengan otomatis di dalam otak anda (pathway). Semakin mahir anda melakukan sesuatu, semakin banyak jaringan yang terbentuk. 

Itulah mengapa, repetisi merupakan kunci sukses terbaik ketika anda ingin mempelajari sesuatu. Karena semakin sering anda mengulang-ulang satu kegiatan/pelajaran, semakin banyak jaringan syaraf yang terbentuk.

Fenomena ini bisa anda lakukan dengan sengaja, seperti ketika anda pertama kali belajar naik sepeda. Ataupun tidak sengaja, contohnya ketika secara tidak sadar, seseorang terperosok dalam kecanduan, apapun jenisnya.

Semua orang tidak ingin kecanduan. Tapi, rasa ingin coba-coba lah yang mengajarkan otak untuk menikmati kecanduan tersebut, secara tidak sengaja. Akhirnya, tanpa disadari orang tersebut sudah menjadi seorang pecandu.

Ada kabar baik dan kabar buruk di sini. Kabar baiknya adalah, sambungan-sambungan syaraf tersebut akan mengendur ketika kegiatan/pelajaran tersebut jarang diulang. Ini bermanfaat untuk mengatasi kecanduan dan kebiasaan buruk lainnya. Syaraf membuat sambungan dalam 7 hari dan mengendur ketika tidak dilatih dalam 4 minggu. 

Kabar buruknya, walaupun mengendur, sambungan tersebut akan tetap ada. Jadi, jangan merasa aman ketika anda sudah berhasil keluar dari kebiasaan buruk/kecanduan yang anda derita. Karena ketika anda mengulanginya lagi, saringan syaraf tersebut akan kembali menguat.

Ketika seseorang memtuskan untuk keluar dari kecanduan, ia harus benar-benar keluar dan tidak melakukannya lagi. Ketika ia kembali melakukan, maka jaringan syaraf yang sudah mengendur akan kembali terhubung satu sama lain. Kondisi kecanduan akan kembali seperti semula.

COOLIDGE EFFECT
Anda bisa melakukan eksperimen sendiri. Coba letakkan seekor hamster jantan di kandang yang berisi satu hamster betina. Hamster tersebut akan bergairah menggebu-gebu kemudian mengawini si betinanya. Lambat laun, ketertarikannya akan menurun hingga titik stabil. 

Kemudian, coba ganti hamster betina di kandang itu dengan hamster betina yang lain. Perhatikan apa yang terjadi! Si jantan akan kembali bergairah untuk mengawini hamster betina yang baru tersebut. Jika anda terus mengganti hamster betinanya, si jantan akan kembali bergairah setiap ada betina yang baru hingga ia mati. 

Ini disebut coolidge effect. Otak diprogram untuk melakukan hal tersebut agar menjamin kelangsungan hidup suatu spesies agar bisa berkembang biak. 

bersambung