DI BALIK KECANDUAN INTERNET PORN (PART 2)

DIBALIK KECANDUAN INTERNET PORN

Klien: okey, sekarang saya mulai paham tentang kerja otak. Tapi saya masih belum mengerti, apa hubungan itu semua dengan onani dan pikiran kotor yang saya rasakan?

Coach: dasar kerja otak di atas merupakan gambaran umum untuk mengenal lebih jauh tentang kecanduan internet pornografi. Sekarang saya akan jelaskan tentang apa dan bagaimana pornografi menjadi sesuatu yang adiktif. 

Dahulu kala, seseorang butuh usaha lebih untuk menikmati seks. Mereka harus bertemu pasangan, melamar, menikah, lalu berhubungan seks. Kalaupun ada media porn, sifatnya sebatas majalah atau komik. Itupun terbatas.


Bandingkan dengan manusia modern saat ini. dengan adanya internet, seseorang bisa berkencan dengan banyak wanita hanya dengan hitungan menit. Klik, klik dan klik. Memang hal tersebut hanya sebatas virtual. Tapi dopamine yang keluar akan jauh lebih tidak terkontrol. Mengapa?

Ingat percobaan coolidge effect? Dengan adanya high speed internet, porn video, komik hentai, cerita-cerita erotis. Material tersebut akan memicu dopamin untuk membombardir reward center dalam otak. Wajah baru bisa memicu dopamine, variasi gaya baru juga memicu dopamine, setiap klik merangsang dopamin untuk mengalir lebih banyak. Klik..klik..klik..dopamine..dopamine..dopamine lagi. 

Secara tidak langsung, penikmat porn mengajari otak untuk mendapat kepuasan dari porn. Syaraf akan membentuk jaringan baru dan mempelajari bahwa nikmat = porn. Artinya, ketika seorang pecandu mengalami stres, secara otomatis otak akan mengatakan “yuk nyari kenikmatan. Yuk buka bokep”.

Masalah belum berakhir. Ingat, efek tagih dari dopamine lebih kuat dari efek puas yang ditimbulkan opioids. Penikmat porn mungkin bertekad bahwa ini adalah materi porn terakhir yang akan ia tonton. Tapi otak yang terlatih dengan porn, akan terus menagih, dan tagihannya akan semakin besar. 

Setelah klimaks dengan hanya melihat gambar, selanjutnya otak akan menuntut komik atau cerita erotis untuk dikonsumsi. Setelah itu, ia akan menuntut video porno, dan terus menagih tanpa henti.

Kalau kamu kecanduan alkohol atau coklat, kamu akan mutah jika mengkonsumsinya terlalu banyak. Tapi, Kecanduan internet porn tidak memiliki batasan. Otak akan terus menagih selagi ada yang baru untuk dikonsumsi.

Otak manusia tidak dirancang untuk mengantisipasi dopamine sebanyak itu. Ada kasus yang menyebutkan, seorang pecandu pornografi biasanya membuka banyak browser di desktopnya. Dan di setiap browser ia membuka banyak tab. Dalam kasus yang lain, ada yang setiap beberapa detik menganti video di tabnya hanya untuk melihat variasi tayangannya.

Jika pecandu tidak memiliki kesadaran untuk berhenti, maka ia akan terus terjerumus kedalam adiksinya. Otaknya akan semakin rusak karena kebajiran dopamine. Hanya rasa kesadaran untuk berhentilah yang bisa menyembuhkannya. Kuncinya di “kesadaran untuk sembuh dan berhenti”.

DEFINISI KECANDUAN INTERNET PORN 
Okey, mari kita bahas tentang porn nya dulu. Secara bahasa, porn berasal dari bahasa yunani porne yang artinya cabul atau pelacuran. Dari sini sudah terbayang, semua media yang menampilkan nuansa cabul adalah porn. Baik itu melalui penglihatan, pendengaran ataupun sensasi rasa. 

Porn terbagi menjadi dua. Softcore dan hardcore. Untuk yang hardcore, biasanya memang menampilkan persetubuhan yang vulgar, ketelanjangan, ejakulasi dan erotisme. Sedangkan softcore, biasanya lebih terselubung dan sulit dibedakan. karena biasanya muncul tanpa ketelanjangan dan hubungan yang vulgar. Jika bisa menimbulkan fantasy, sudah bisa disebut softcore. Seorang wanita dengan pakaian membentuk tubuh, bisa dibilang softcore ketika membuat pria yang melihatnya jadi berfantasi. 

Softcore ini pula yang menjadi perdebatan ketika RUU anti pornografi dirancang. Karena memang batasannya bias. Beberapa masyarakat daerah indonesia memiliki adat istiadat pakaian daerah yang agak terbuka sehingga menjadi kontriversi, apakah hal tersebut masuk kedalam pornografi atau tidak.

Terlepas dari perdebatan di atas dan melihat dari sudut pandang kinerja otak yang sudah penulis jabarkan, segala sensasi yang menimbulkan rangsangan birahi bukan dari pasangan yang nyata adalah pornografi. Termasuk didalamnya hewan seperti sapi dan kuda. Karena ada beberapa penyimpangan seksual yang disebabkan oleh porn, berhubungan dengan hewan.

Mari kita tidak berlama-lama untuk memperdebatkan definisi porn. Karena buku ini ditulis untuk mengarahkan pecandu internet pornografi yang ingin keluar dari kebiasaan buruknya. So, kalau masih ada yang berkilah ini dan itu hanya untuk mempermasalahkan definisi, lebih baik tutup buku ini dan lanjutkan berporno ria. Karena orang tersebut memang belum ingin sembuh. Ingat, kuncinya adalah kemauan untuk sembuh. Itu mutlak!

Mengapa internet porn? Simple saja. Internet adalah media termudah untuk mengakses pornografi. Dulu, seseorang hanya bisa membaca majalah dewasa untuk menikmati porn, kemudian bentuk vcd, kemudian muncul internet dial up, lalu menjadi wifi, sekarang ini, porn sudah bisa dinikmati dengan perangkat smart phone dan virtual reality. Semua itu terakses dengan mudah berkat adanya internet.

Untuk lebih mempermudah penggunaan metode dalam buku ini, penulis harus lebih menspesifikasi lagi, bahwa buku ini dirancang untuk menjadi panduan mereka yang kecanduan internet pornografi. Orang-orang yang lebih memilih menikmati cyber seks daripada menjalin hubungan dengan pasangan yang nyata. Buku ini bukan ditujukan pada orang-orang yang menjalin hubungan nyata walau orientasi seksual mereka menyimpang, seperti lesbian dan gay.

Mengapa bukan hubungan nyata? Seperti sudah dijelaskan di atas, pecandu internet porn menyenangi seks yang sesuai dengan fantasi porn mereka, genre, sex yang bertubi-tubi dan berganti secara cepat. Orang yang menjalin hubungan nyata, tidak merasakan itu semua. Atau minimal, mereka merasakannya sedikit. Mereka dituntut setia pada pasangan. 

Itulah sebabnya, mengapa kecanduan internet porn amat bahaya bagi keutuhan rumah tangga. Karena pecandu tidak bisa memenuhi hasrat seksualnya pada pasangan. Ia selalu butuh yang lebih mengejutkan, yang lebih aneh, yang lebih ekstreme lagi dari seks secara umumnya.

Sekarang, bagaimana kita mengetahui apakah seseorang kecanduan internet porn atau tidak? Hmm, agak sulit memang. Tapi mari saya ajak anda menelaah lebih lanjut tentang tanda-tanda dan efek dari kecanduan.

Ketika seseorang mengalami kecanduan, apapun itu. Ia mengalami 4C 1W: 
Continued use in spite of negative consequences: terus menikmati kecanuannya walau tahu kalau hal tersebut memiliki efek negatif yang besar. 

biasanya orang yang mengalami kecanduan, akan terus mengkonsumsi materi tersebut walau tahu bahkan sudah merasakan efek negatifnya, termasuk dalam kecanduan pornografi. baik itu efek negatif pada fisik seperti sulit konsentrasi dan pusing, efek negatif pada psikologis seperti rasa bersalah dan tidak bisa mengontrol diri

Compulsion to use: tekanan atau keharusan untuk menikmati kecanduan tersebut.
efek lain yang muncul adalah rasa ingin menikmati kecanduan tersebut. Kadang efek ini terasa seperti tekanan yang terasa tidak nyaman jika ditolak. Rasa inilah yang menjadi penyebab seorang pecandu internet porn sulit untuk keluar dari kecanduannya.
Inability to control use: ketidakmampuan untuk mengontrol rasa kecanduan

Efek ketiga yang muncul adalah rusaknya frontal lobe yang berdampak melemahnya kemampuan mengontrol diri. Ketika muncul rangsangan, seorang pecandu akan langsung –atau minimal- berusaha mencari dan menikmati porn. Seperti zombi. 

Craving: rasa tagih
Craving adalah rasa tagih yang sering kali muncul ketika pecandu menemukan sesuatu baik itu berupa kondisi, benda, suara bahkan posisi duduk. Craving muncul karena otak mulai kekurangan dopamine. Karena dopamine berkurang, akibatnya rasa nikmat juga berkurang. Ini mengakibatkan otak memberikan sinyal untuk mencari dopamine baru. 

Karena otak sudah terbiasa dengan kebiasaan lama dan menganggap porn (ataupun kecanduan yang lain) adalah jalan untuk mendapat kebahagiaan, maka sinyal yang ia kirim adalah sinyal untuk mencari porn tersebut. 

Untuk kecanduan porn, biasanya dilengkapi dengan withdrawl symptoms: symptoms ini muncul ketika dopamin terhenti karena orang tersebut menghentikan atau mengurangi kegiatan kecanduannya. Otak merespon bahwa ini adalah sesuatu yang tidak enak. Ingat, otak dirancang untuk mengejar kenikmatan dan menghindari kesengsaraan. 

Akhirnya, muncullah sinyal psikologis seperti kekhawatiran, pusing, stress, mudah marah, mood yang fluktuatif sebagai alarm. Sama seperti rasa lapar atau haus yang muncul karena tubuh kekurangan makan atau minum. 

Kabar baiknya, withdrawl symptoms ini lama-lama akan menghilang ketika seseorang melakukan rebooting. Nanti akan dijelaskan lebih lanjut.

Sedangkan pecandu biasanya mengalami empat kelainan otak yang diakibatkan oleh kecanduan internet porn:
Sensitization: meningkatnya sensitivitas terhadap rangsangan seksual (porn)
Ketika melihat rangsangan baru, reward circuit terstimulasi lebih kuat. Biasanya ditandai dengan sensasi shock yang luar biasa. Jika ini diteruskan, hasilnya adalah ejakulasi yang amat memuaskan.

Desensitization: menurunnya sensitivitas terhadap rangsangan seksual (porn)
Ketika reward circuit menerima rangsangan yang itu-itu saja, kenikmatannya berkurang. Ini yang disebut desensitization. Otak meminta dosis dopamine yang lebih tinggi dengan cara meminta materi porn yang lebih vulgar. Dalam kata lain, peningkatan level. Terjadilah penambahan dosis dopamine. Bertambahlah level kecanduannya. Yang tadinya hanya menikmati cerita dan gambar, sekarang mulai menikmati video.

Hypofrontality: rusaknya frontal lobe yang mengakibatkan melemahnya will power
Frontal lobe adalah bagian otak yang mengatur keinginan, rencana, pertimbangan dan semua yang bersifat penilaian atas baik buruknya sebuah tindakan. Ketika pecandu mengalami sakaw, frontal lobe sebagai bagian otak yang mengatur keinginan, tidak bisa berfungsi maksimal. Hasilnya, orang tersebut tidak kuasa menahan diri dan kembali terjerumus pada kecanduannya.

Siklus stress dan craving: berhenti dari porn mengakibatkan stress, dan stress mengakibatkan sakaw. Kemudian sakaw mengakibatkan orang tersebut kembali menikmati porn. Seperti mana yang lahir duluan, telur atau ayam. Ini menjadi siklus abadi.

Bersambung